SOSIOLOGI "LEMBAGA SOSIAL, STRATIFIKASI SOSIAL DAN MOBILITAS SOSIAL"
NAMA : YULIA FITRI RAHMADINI
NIM : 20.96.2034
KELAS : IK06
1. lembaga kemasyarakatan (lembaga sosial) Saya dari kelompok 2, saya dan rekan rekan pernah melakukan presentasi dengan topik lembaga kemasyarakat (lembaga sosial). Initisari dari topik pembahasan kelompok saya adalah bagaimana suatu lembaga sosial menjadi sebuah pedoman bagi kehidupan sosial masyarakat dalam berprilaku, menaati norma norma sehingga dapat menciptakan masyarakat yang sejahtera. lembaga sosial terdiri dari lembaga sosial keluarga, lembaga sosial keluarga merupakan lembaga sosial yang paling utama dalam pengendalian sosial, lembaga keluarga bertanggungjawab atas semua anggotanya dalam kebutuhan ekononomi maupun psikologi. Lembaga agama merupakan pedoman hidup dan tata cara hubungan atara manusia dan tuhan. Lembaga pendidikan merupakan lembaga yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada setiap generasi baru agar dapat mengembangan kecerdasaran pikiran. Lembaga sosial politik merupakan pemerintahan dan mengatur keseimbangan hubungan antara kekuasaan dan wewenang dalam masyarakat. Dan lembaga sosial perekonomian yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan pokok dan kelansungan hidup masyarakat. lembaga sosial berfungsi untuk mengatur norma norma kehidupan dan melayani masyarakat.
Contoh kasus : contoh kasus pada lembaga sosial keluarga yaitu Lembaga Perlindungan Anak atau LPA, lembaga ini dibentuk untuk melayani masyarakat seperti misalnya penanganan kasus anak yang membutuhkan perlindungan khusus.
Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu juga merupakan salah satu contoh lembaga sosial keluarga yang betujuan melayani masyarakat di bidang kesehatan.
2. Stratifikasi sosial :
a. Penyebab terjadinya stratifikasi sosial : pengetahuan, ilmu pengetahuan menjadi ukuran seseorang ada di lapisan sosial atas, menengah atau bawah.
Kekayaan, kekayaan seseorang dijadikan sebagai ukuran untuk menentukan ia berada pada lapisan sosial atas.
Kekuasaan dan jabatan, seseorang yang memiliki kekuasan dan wewenang berada pada lapisan sosial atas.
Kehormatan, seseorang yang disegani dan dihormati di lingkungannya akan menempati lapisan sosial paling atas.
b. Sistem stratifikasi sosial
Secara umum ada 3 sistem stratifikasi sosial, yaitu sistem Kasta, Oligharki, dan Demokratis. Salah satu sistem yang ada di sekitar kita adalah sistem Demokratis. Sistem Demokratis yaitu dimana status sosial seseorang tidak dilihat dari garis keturunan, namun status sosial yang tinggi dapat dicapai oleh siapapun dengan kerja keras dan kemampuan seseorang tanpa melihat latar belakangnya.
Contohnya : anak seorang buruh bangunan yang belajar dan bekerja keras sehingga mampu mendapatkan gelar professor.
c. Dampak terjadinya stratifikasi sosial, stratifikasi sosial dapat berdampak positif dan negatif bagi masyarakat. Dampak positif, seseorang yang berada di kelas sosial bawah dan menengah termotivasi untuk bekerja lebih keras untuk menaikkan status sosial mereka. Dampak negatif stratifikasi sosial, terjadinya konflik sosial antar kelas, jika terjadi perbedaan kepentingan antar kelas sosial maka akan terjadi konflik, misalnya para buruh yang melakukan demonstrasi karena adanya penambahan jam kerja dan minimnya upah. Konflik antara kelompok sosial seperti ras, suku, agama dan profesi yang berkeinginan untuk menguasai kelompok sosial lainnya yang akan menimbulkan konflik. Dan konflik antar gerenasi yaitu terjadinya konflik antara golongan tua dan muda misalnya golongan tua berusaha untuk mempertahan adat yang sudah turun temurun yang tidak ingin melakukan modernisasi.
3. Mobilitas sosial
A. Mobilitas sosial merupakan perpindahan kelas sosial atau status sosial seseorang dari lapisan sosial atas menjadi lapisan sosial rendah begitu juga sebaliknya. Perpindahan status sosial seseorang dari kedudukan sosial tertentu ke status sosial sederajat disebut mobilitas sosial vertikal. Mobilitas sosial horizontal merupakan perpindahan status sosial seseorang dari status sosial tertentu ke status sosial yang sederajat atau sejenis.
Contohnya :
Mobilitas sosial Vertikal : seorang karyawan biasa di sebuah restoran diangkat menjadi seorang manajer.
Mobilitas sosial Horizintal : seorang seorang guru SMA di Bandung memutuskan untuk kerja karena pindah rumah pindah Yogyakarta. Di Yogyakarta, ia tetap menjadi guru dan mengajar di SMA di Yogyakarta.
a. Adapun faktor pendorong dan penghambat mobilitas sosial diantaranya :
a. Faktor individu: misalnya aspek pemdidikan, perbedaan kemampuan dan kebiasaan kerja.
b. Faktor ekonomi : contohnya kondisi ekonomi seseorang yang serba kekurangan mendorong keinginan untuk mengubah kondisi keuangan dengan bekerja lebih keras lagi.
c. Faktor pendidikan : melalui aspek pendidikan seseorang mampu melakukan mobilitas sosial.
d. Faktor situasi politik, kondisi politik dalam suatu daerah memicu terjadinya mobilitas sosial ke daerah lain.
e. Faktor perbedaan kepentingan : perbedaan kepentingan yang tidak bias dikelola mampu melakukan pergerakan moblitas sosial. f. Faktor diskriminasi sosial : perbedaan perlakuan terhadap sesame warga negara dapat mengakibatkan masyarakat mengalami kesulitan untuk melakukan pergerakan mobilitas sosial.
b. Bentuk bentuk mobilitas sosial :
1. Mobilitas sosial vertikal naik, contohnya : seorang guru diangkat menjadi kepala sekolah
2. Mobilitas sosial vertikal turun, contohnya : seorang karyawan yang di PHK.
3. Mobilitas sosial horizontal, cotohnya : satu keluarga pindah dari desa ke desa sebelah.
4. Mobilitas sosial antargenerasi naik, contohnya : anak seorang nelayan menjadi seorang dosen.
5. Mobilitas sosial antargenerasi turun, contohnya: ayahnya dahulu adalah seorang dokter, dan kini anaknya hanya lulusan SMA karena tidak diterima di universitas.
6. Mobilitas sosial intragenerasi naik, contohnya : seorang siswa yang naik kelas
7. Mobilitas intragnerasi turun, contohnya : seorang santri yang dikeluarkan secara tidak hormat karena melanggar peraturan. 8. Mobilitas sosial lateral permanen, contohnya : sebuah keluarga pindah dan menetap secara permanen dari desa ke kota.
9. Mobilitas sosial lateral tidak permanen (sementara), contohnya : seorang mahasiswa dari NTB pindah sementara ke Yogyakarta untuk menyelesaikan studinya.
10. Mobilitas sosial struktural, contohnya :seorang penduduk di desa yang bermata pencaharian sebagai petani harus mengganti pekerjaannya karena lahan tani yang telah rusak dikarenakan terkena bencana.
c. Saluran mobilitas sosial vertikal
a. Angkatan bersenjata, seseorang yang bergabung di kemiliteran dan menjalankan tugasnya dengan baik ada kenaikan pangkat, hal ini menunjukkan adanya pergerakan mobilitas sosial dalam angkatan bersenjata
b. Lembaga keagamaan, seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan agama akan dijadikan pemuka dan orang yang
dihormati, hal ini juga menunjukkan lembaga agama sebagai saluran mobilitas sosial.
c. Lembaga pendidikan, seseorang yang mampu meraih pendidikan yang tinggi dapat mengalami pergerakan mobilitas sosial.
d. Organisasi politik, seseorang yang bergabung dengan organisasi politik dan mampu meraih kedudukan yang tinggi dapat mengalami mobilitas sosial.
e. Organisasi ekonomi, faktor ekonomi juga seringkali menjadi simbol dari mobilitas sosial.
d. Cara melakukan mobilitas sosial
a. Prestasi, bagi seseorang yang berprestasi dapat mendapat peluang bagi dirinya untuk meraih keberhasilan dengan usahanya sendiri.
b. Perubahan tempat tinggal, seseorang yang pindah dari pemukiman kumuh ke kawasan elite secara tidak langsung dapat mengalami mobilitas sosial
c. Perkawinan, seseorang yang menikah dengan keluarga terpandang.
e. Dampak mobilitas sosial
a. Menjadi motivasi bagi seseorang untuk bekerja lebih keras b. Perubahan sosial menjadi semakin cepat
c. Menimbulkan integrasi sosial
d. Dapat menimbulkan konflik di masyarakat
e. Lemahnya solidaritas antar kelompok sosial
B. 2 tipe umum mobilitas sosial
f. Mobilitas sosial vertikal : merupakan perpindahan status sosial dari tingkat yang rendah ke tingkat yang lebih tinggi, dan bisa juga dari tingkat yang tinggi ke tingkat yang lebih rendah,
mobilitas sosial bisa naik atau turun. Contohnya seorang ketua RT naik jabatan menjadi Kepala Desa
g. Mobilitas sosial Horizontal : merupakan perpindahan status sosial seseorang dari status sosial tertentu ke stasiun sosial yang sejajar atau sama, mobilitas sosial Horizontal tidak bergerak naik ataupun turun.
Contohnya : seorang pedagang bakso beralih profesi menjadi pedagang siomay (status sosialnya masih sama,tidak naik ataupun turun)


Comments
Post a Comment